Jul
16

Arteaga

Filed Under (belajar) by tada on 16-07-2008

Cinta lama yang bersemi kembali. Atau makin bersemi? The flame remains there, anyway. Setelah sebelumnya aku sibuk memburu ‘the Nature guy’ dan kami berbicara tentang Her-2 negative breast cancer. Berpikir praktis sepertinya aliran para scientist Jepang, kalau tidak berbicara alat baru ya pendekatan terapi baru. Secara protokoler barangkali idenya tidak 100% orisinal, tetapi sungguh layak dikagumi. Bagaimanapun Her-2 negative breast cancer patients adalah kelompok yang memang ada. Reseptor temuannya itu mudah-mudahan benar suatu harapan terapi baru yang menjadi nyata.

Ada suatu alasan personal khusus ketertarikanku dengan Herceptin. ( http://inihelfi.multiply.com/reviews ).Jadi lihatlah aku, terkagum-kagum untuk kedua kalinya dalam meeting ini, ketika topik reversal resistance of Her-2 postive breast cancer to trastuzumab dibawakan dalam forum. Kekaguman yang perih. Teringat masygul yang kurasa sewaktu mengumpulkan data ER/PR status 2 tahun yang lalu. Terapi yang harganya bikin kening berkerut seperti rok anak SD, itupun tidak kemudian membuatnya mampu terbeli. Kemewahan yang hanya bisa terjangkau justru oleh para pemegang Askes Gakin (dengar2 kelanjutan ceritanya berubah ya?). Tetapi kan sama juga boong (pinjam istilahnya Dono Warkop) kalo status reseptornya tidak dicek dulu.

Maka lihatlah ia, bicara tentang unresponsiveness. Lebih ‘sama juga boong’ adalah karena bahkan breast cancer yang overexpress Her-2 receptor juga belum tentu berjodoh dengan trastuzumab. Sungguh tidak sopan. Her-3, Met, TGFalpha…betapa banyaknya deretan alphabet yang menjadi nama. Lalu diskusi yang dilingkupi keprihatinan. Bagaimana meyakinkan kolega klinikus agar melakukan biopsy ulang pada kasus relaps pasca adjuvant Herceptin? Dr. Brown bertanya penuh empati. Prof Gray malah meloncat lebih jauh: bagaimana mendesain clinical trial untuk temuan ini.

Kusimak dan kucatat sebaik mungkin. Tetapi sesungguhnya aku punya pertanyaan yang lebih besar, yang begitu besarnya sehingga hanya bisa kutanyakan dalam ruang diskusi batinku.

Ya Allah, jikalau Engkau mengizinkan, apalah yang tidak mungkin terjadi? Para wanita disana itu, mestinya adalah ibu seorang anak, mbak seseorang, atau cucu seorang kakek, sahabat seorang wanita lain, pastinya anak perempuan yang menyejukkan hati seorang bapak. It’s just not gonna be the same anymore without her… Karena adalah janjiMu bahwa semua ada obatnya. Dan kamipun memahami kewajiban ikhtiar dan tawakal. Maka bantulah kami..



8 Comments Already, Leave Yours Too

VeBRyNcEsS on 16 July, 2008 at 7:31 pm #
    

Insyaallah pasti ad Koq t’ Rencana Tuhan yg nantiny gak disangka untuk Kta sebagai Hambany yg sealu ber’ikhtiar..(Amiin)
GanBate !!


Jey Love Finn on 16 July, 2008 at 11:55 pm #
    

hiks2.. tulisanmu pas sekali sm blue moodku hari ini.. ak hrs menerima nilai yg tidak sesuai dgn kerja keras usahaku & hrs melihat orang2 yg tidak berusaha apa2 yg dpt dgn mudah nilai lebih dariku, hanya karena orang2 yg tidak mempunyai rasa adil karena kepicikan racis..
& orang2 sekelilingku yg peduli & tahu ttng itu, hanya bisa bilang padaku “Life is not fair”..
bikin ak tambah tergugu mengapa?.. seperti halnya kalo aku melihat banyak hal diDunia ini & cuma bisa kembali bertanya sama Allah..
” Ya Allah dibumi ini banyak ku lihat ketidak adilan yg membakar hatiku.. mengapa banyak kau ciptakan orang2 kuat yg memanfaatkan itu untuk kesenangan sendiri dengan menyakiti orang2 yang lemah?.. mengapa kau buat Dunia ini tidak adil?..”
Hiks..


Deden on 17 July, 2008 at 10:01 pm #
    

helfi selalu lebih aneh dari dugaanku!


Helfi on 18 July, 2008 at 5:11 pm #
    

Soudeshoune…Opeb-chan…ganbarimashou!


Helfi on 18 July, 2008 at 7:55 pm #
    

Jey darling, the bricks are there to remind us how badly we want something!Please keep on moving, my dear…what is meant for us will be ours anyway. Oh, and isn’t it said that the best defense is a GOOD offense. You’re gonna make it!


Helfi on 18 July, 2008 at 7:58 pm #
    

For Deden: selain kursus pasang popok, ternyata dirimu juga perlu ikut kursus menduga :D


Tantri on 25 July, 2008 at 3:14 pm #
    

leppy, daabbah artinya apa seh


Helfi on 27 July, 2008 at 8:27 pm #
    

daabbah yang kumaksud bahasa arab yang artinya binatang yang berjalan di muka bumi dengan melata di atas perutnya. yang rezekinya dijamin oleh Allah SWT, meski begitu ia harus bersusah payah bergerak untuk menjemput rezeki itu… so iu koto desu ;)


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: