Dec
20

D-B06-A once upon a time…

Filed Under (kisah) by tada on 20-12-2007

Kisah ini panjang tapi kutulis juga
akhirnya karena terilhami oleh komen yang ditulis Ati dan Cus… ( he was the
gasoline and she was the flame :P )

 

Suatu hari di suatu waktu.

Sewaktu datang
di rapat bagian, sebagai junior member, tidak terpikir olehku akan mendapat jatah
mengajar. Sewaktu seniorku menyampaikan ada bahan yang harus kuampu whahaha…
rasanya seperti baru dilantik menjadi ‘orang dewasa’. Kuterima dengan takzim flash
disk berisi ppt file bahan ajar yang sebelumnya beliau ampu itu. Keraguan
sempat muncul di benakku, but when I looked into his eyes.. yang kulihat adalah
kepercayaan penuh disitu. Jadi, kutampakkan gaya standarku: everything-is-fine appearance. Waks! 


Tidak untuk dibandingkan dengan para
seniorku ( kalah telak, dude…siapakah saya…plis deh ), mengajar dalam artian
menyampaikan suatu bahan ajar kepada sekelompok publik sebetulnya bukan hal
baru bagiku. Sewaktu mahasiswa sempat merasakan menjadi asisten
sekitar 3 tahun, aku juga menjadi staf pengajar part-time di salah
satu lembaga kursus bahasa inggris. Tetapi tetap saja rasanya seperti
pengalaman pertama.

 

So, dengan keyakinan penuh tentang materi
ajar ( yang sudah dipersiapkan dengan baik tentunya…ehmm…) tetapi
ketidakyakinan apakah aku akan bisa meyakinkan (???), kumasuki ruangan lab yang
masih sepi. Aku punya 30 menit untuk menyetting perkakas mengajar, ‘temuan
terbaik abad ini’ yang konon mempermudah hidup manusia ( tapi selalu membuatku
pusing
:( ). Belum sempat menyampaikan sepatah katapun bapak pengampu ruangan
menyambutku dengan…” Mbak kata Pak ‘senior’ yang mengajar diganti, tapi belum
datang penggantinya nih..  Mbaknya tahu
siapa yang menggantikan?” Sewaktu kusampaikan bahwa aku yang akan
mengajar, Bapak itu tampak ragu-ragu. Beliau mengeluarkan perkakas sambil
menggumam “digantikan asisten tho…”

Ha???

Ah, sudahlah.

Aku masih mengecek slide sewaktu suara
gemuruh campur celetukan terdengar. Kulihat dari pintu ‘gerombolan si berat’
berdatangan. Seseorang dari mereka dengan gaya yang bersahabat menghampiriku.
“Kak, kami dari kelas B yang hari ini jadwal kuliah
pengantar praktikum. Kuliahnya disini ya Kak?”
“Iya Dik” jawabku, masih dalam twilight
state mendengar panggilannya.

Kuliah berlangsung juga, dan setelah
memasuki sesi diskusi beberapa pertanyaan muncul. Pun demikian yang terjadi
saat kuliah kelas A di minggu berikutnya.

“Kak kalau ini….”

“Mbak, bagaimana mekanisme…”

“Mbak…siapa sih namanya… maksud dari ini…”

Hal yang betul-betul mengejutkan tetapi
sekaligus membanggakan. ‘Anak sekarang’ ternyata kritis dan hi-curiousity… two
thumbs up!. Tetapi… kenapa mereka bersepakat memanggiku ‘kak’ atau ‘mbak’?


Tahun ajaran berikutnya tugas mengajarku
ditambah satu topik lagi. Sewaktu membuat slide kutulis nama pembuatnya lengkap dengan
pelengkapnya dan nama bagian. Maksudnya sih untuk shouting out bahwa aku ini
staf pengajar lho whehehe…


Tetapi seperti kata bijak: manusia
merencanakan Tuhan menentukan. Selesai kuliah beberapa mahasiswa mendatangiku “
Kak, ngopi pptnya doong…”Berbagai macam kabel dari berbagai macam gadget
dicolokkan ke laptopku ( eh salah…punya BMOM ding). Sewaktu berjalan ke kantor
seorang mahasiswi menyapaku “Mbak, mbak ini temannya itu ya…”.
Aku nyengir. Baru kusadari bahwa jaman ternyata betul-betul telah berubah
:)


Di ruang CTMP aku berdiskusi ringan dengan
beberapa senior wanita. Tercatat dua generasi mahasiwaku memanggilku dengan
panggilan mesra “kakak” atau “mbak”. Beberapa mulai memanggilku “Bu” di kampus
tetapi kalau ketemu di jalan atau di kosan ya kembali lagi panggilan mesra yang
dipakai. Sejujurnya ini tidak pernah sekalipun menjadi masalah buatku, ( ada
gitu wanita yang protes kalau dibuat awet muda…ehm…) tetapi ini kan semacam fenomena yang boleh dong dijadikan topik obrolan. Para senior wanita ini lalu berbagi cerita bahwa mereka juga mengalami hal serupa, hanya saja di tempat praktek bukan di kelas. Tetapi mereka akhirnya bisa mengatasinya.

“Caranya bagaimana Bu? Saya sudah
memproklamirkan diri lho kalau saya ini ibu guru” Kuceritakan perihal nama yang
kutulis di slide yang kubuat.

“Oh itu kurang jitu, pakai cara yang
mujarab dong…”

Lho, ada tho? Dengan semangat kuminta
dibagi caranya.

“Pakai make-up sewaktu mengajar. Gampang
kok…”

Tuing…tuing… Pakai make-up? Waduh. Dekil
begini saja fans club ku sudah kesulitan menolak member…wekekekek… Becanda
ding.
It’s just so not me. That’s all.

So, my dear and proudable (ex?) students…
please call me as you like: kak, mbak, uni, bu, mam, sister, miss…whateva deh.
Asal jangan panggil: mas, uda, pak, broer… atawa nenek, mak, mbah… hiks…tega
amat :P


Lagipula, katanya eyang Hipokrates, kita
ini kan sodaraan… ;)

 

(Pengalaman bekerja di kampus itu ternyata betul-betul
sebuah pengalaman. Alhamdulillah.)

 

 

 

 

 

 

 

 

 



9 Comments Already, Leave Yours Too

M-Gee on 22 December, 2007 at 2:19 am #
    

Kangen kampus yaa.. rentang waktu memang begitu menggoda jiwa, tapi di suatu ketika akan kangen suasana kerja .. dan mungkin itu terungkap saat di kampus.. bulet yoo


Helfi on 23 December, 2007 at 12:04 am #
    

Hmm..disini juga masih di kampus lho Pak ;) Yang saya kangeni adalah sorot eagerness to learn, pride of achievement dan confidence to take life as fun (waduh…kosakatanya) yang saya dapati di mata para mahasiswa saya itu… hiks mellow nih :P


Aniq on 25 December, 2007 at 4:02 am #
    

hahahha… aku kangen niy ma dirimu mbak Helfi….


Ivan on 28 December, 2007 at 11:37 pm #
    

mbak helfi skr dmn ya?soalny sy ud co ass waktu mbak helfi ngajar..
btw mbak helfi mgk ud lupa kali ya?sy ivan yg dl kbtln lg bantuin mas ipul ngurus virus di lab biotek..n kmd lgs disuruh diajak ke rmh prof. ariawan..
makasi ya mbak..itu pengalaman baru bagi saya yg msh mahasiswa bau kencur..he2x


Helfi on 13 January, 2008 at 5:38 am #
    

Ivan..thanks… yah jelas masih inget lahyaw…Malah ga nyangka Ivan masih inget! hehehe…


nugrohoputu on 26 February, 2008 at 11:42 pm #
    

mbak,
eh.. bu..
aku ikutan baca, seru juga ya
aku juga sama kok, waktu awal2 mulai ngajar..dipanggil mas2 sama anak2..
tapi malah enak
keliatan lebih muda.


Helfi on 25 April, 2008 at 12:15 am #
    

whahahaha…kadang2 terasa aneh euy jadi awet muda itu :P


Ika on 4 June, 2008 at 1:45 am #
    

kalo manggil miss atau ma’am, boleh? hahahaha…


Helfi on 5 June, 2008 at 7:51 am #
    

hihihihi….Ika bisaaaa aja


Post a Comment
Name:
Email:
Website:
Comments: