sekedar menuliskan apa-apa yang sulit dikatakan
Ada cerita nih…
Konon, di abad Pertengahan, surgery atau pembedahan tidak dikerjakan oleh dokter tetapi oleh barber. Barber? Yang menurut kamus berarti tukang cukur? Begitulah. Tukang cukur pada masa tersebut tidak hanya memotong rambut, trimming dan mencukur jenggot atau kumis, namun juga membedah luka, juga melakukan praktek yang berhubungan dengan darah (semacam bekam, cupping, leeching), enema dan mencabut gigi (wah…bener-bener one stop shooping ya).. Atas praktek inilah maka mereka ini disebut sebagai barber surgeon dan membentuk organisasi pertama pada tahun 1094. Para pembedah ini bukan lulusan sekolah kedokteran dan praktis adalah penjual jasa dengan keterampilan mengamputasi anggota gerak atau mengambill batu saluran kemih. Kemampuan ini didapat lewat proses magang. Praktek barber surgeon ini merupakan praktek kedokteran yang lazim pada masa itu. Para barber surgeon biasanya tinggal di kastil untuk melayani kaum kaya dan berada.
Edward IV di tahun 1462 membentuk asosiasi untuk para tukang cukur ini “The Company of Barbers”. Para tukang bedah lalu membentuk organisasi sendiri 30 tahun kemudian “The Fellowship of Surgeons” (saat itu eksis sebagai profesi tersendiri, namun tetap bukan seperti dokter pada masa sekarang). Henry VIII pada tahun 1540 menggabungkan dua organisasi ini menjadi "The United Barber Surgeons Company" karena mendapati bahwa pada kenyataannya banyak tukang cukur ataupun tukang bedah melakukan kedua praktek dimaksud.
Bisnis jasa bedah ini mendapat tekanan dari profesional medis. Tahun 1745, lewat peraturan yang dikeluarkan pada masa kekuasaan George II, para tukang bedah memisahkan diri dari para tukang cukur membentuk organisasi “The Company of Surgeons”. Para tukang bedah ini mendapatkan gelarnya dari ‘Masters, Governors and Commonalty of the Surgeons of London’. Badan ini kemudian dibubarkan dan diganti dengan The Royal College of Surgeons pada tahun 1800, masa kekuasaan George III. Pada perkembangannya peran badan ini selainmeliputi seluruh Inggris, kolegium setara dengannya juga dibentuk di Scotland dan Ireland serta koloni UK lainnya.
Adanya hubungan antara “barber-surgeon” dengan sisi medis profesi ini secara historis dapat dilihat dari tanda merah dan putih (barber’s pole) yang biasa dipasang diluar toko cukur. Konon warna tersebut melambangkan darah dan perban yang menggambarkan peran profesi ini di jaman dahulu. Jejak lain adalah sebutan Mr dan bukan Dr yang dipakai di Inggris untuk para konsultan dan registraar bidang bedah saat dianugerahi diploma MRCS atau FRCS. Hal ini seperti yang terjadi di masa lalu saat para ahli bedah mendapat diploma RCS dan bukan suatu University Doctoral Degree. Meskipun masa sekarang ahli bedah harus lulus sekolah kedokteran dan spesialisasi bedah (syukurlah…) tapi adat ini sepertinya masih dipertahankan.
Penjelasan lain adalah bagian dari sumpah Hipokrates yang berbunyi: “I will prescribe regimens for the good of my patients according to my ability and my judgement and never do harm to anyone,". Tidak akan menyakiti/merusak ( do no harm) sementara pembedahan secara alami tentu saja “does harm” alias menyakiti pasien, sehingga ahli bedah dianggap tidak layak menyandang gelar “Dokter”.
Batasan “doing no harm” ini meliputi wilayah prescribing/pengobatan dan juga operating/bedah. Para praktisi Yunani pengikut Hipokrates juga melakukan kedua praktek tersebut. Pemisahan antara prescribing dan operating ini lahir di masa kemudian ketika Gereja Katolik lewat Council of Tours pada tahun 1169 membatasi praktek pembedahan yang dilakukan oleh dokter klerikal lewat pernyataan "Ecclesia abhorret a sanguine" yang meletakkan seni bedah dalam posisi lebih inferior.
Ohya, perubahan titel menjadi “Mr” “Mrs” dan “Ms” ini hanya terbatas di UK, dan tidak diterapkan di negara lain yang juga mengadopsi sumpah Hipokrates. Perlu juga dilihat sejarah penggunaan gelar “Mr” masa dahulu berbeda dengan yang dipakai saat ini (yang mana dipakai untuk menyebut semua pria).
Penyebutan ahli bedah dengan “Mr” (dll) sudah banyak ditinggalkan di negara-negara Persemakmuran. Di British Isles, seorang pemegang FRCS yang berpindah ke bidang non-bedah cenderung kembali menyebut dirinya dengan “Dr”. Di Skotlandia, hanya ahli bedah tertentu yang mengubah diri menjadi “Mr”. Di Edinburgh ophtamologist, ahli bedah THT dan obsgyn tetap disebut “Dr” sementara di kota lainnya lebih cenderung seperti di Inggris.
Wallahu’alam. (Hmm jadi kepingin ketemu ahli bedah dari UK nih..)
Ohya, di Indonesia ahli bedah kan juga punya panggilan khusus ya…yaitu: “Pak” hehehe…
(source: www.en.wikipedia.com)
Dipersembahkan untuk teman-teman di Bagian Bedah FK Undip/RSDK. Selamat ber IKABI ria di Yogya!
what is it? what is it? what is it?
where it will go?
where it will end?
as if a spectrum of lights is going back and forth, red to purple
inside here and my heart was drenched with hope
how do you spell ‘m i r a c l e’ ?
my monologue goes on
because life is a mystery, said the other side of me
but take a deep look here, thunder is pounding in my head, and the silent cry
is a beg, the only choice I deprive to retain
I am but only trying to give the meaning
it is not the labyrith, for I am not absorbed
have done it as I was told
in the trust of Yours and is my real hometown
so I bite my lips, recollect my breath
I choose not to be in tears I just don’t know how to stop
I can never understand reality
I can not define
the hardest question to ask is
the most unnecessary one
t h e s u n i s n o t r i s i n g f r o m t h e w e s t .